Sukses Digelar, LTC Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Siapkan Kader Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA –
Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Leadership
Training Center (LTC) Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem
kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan pemuda. Mengusung tema "Gerakan
Pemuda Jakarta: Menguatkan Manhaj, Menguasai Profesi, dan Menggerakkan
Peradaban", kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di
Auditorium Pangan Kita, BULOG Corporate University, Jakarta Selatan, ini
menjadi momentum strategis dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter,
profesional, dan siap berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
LTC diselenggarakan sebagai respon terhadap
tantangan yang dihadapi generasi muda di era transformasi digital, disrupsi
teknologi, perubahan sosial, hingga kompetisi global yang semakin ketat. Dalam
menghadapi kondisi tersebut, pemuda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan
akademik dan profesional, tetapi juga fondasi ideologis yang kuat, karakter
kepemimpinan yang berintegritas, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi
persoalan umat dan bangsa.
Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, PW
Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta memandang bahwa pembangunan sumber daya manusia
merupakan faktor penentu keberhasilan bangsa. Karena itu, kaderisasi menjadi
investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu
mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan semangat
pengabdian dalam setiap ruang kehidupan.
Ketua PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Muh.
Darwiwing, menegaskan bahwa Leadership Training Center merupakan salah satu
instrumen strategis organisasi dalam membentuk kader yang tidak hanya siap
memimpin organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi
pembangunan bangsa.
"Tema LTC tahun ini menggambarkan arah
gerakan Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta. Kami ingin membangun kader yang kokoh
dalam manhaj, unggul dalam profesinya, dan mampu menggerakkan perubahan di
tengah masyarakat. Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya
cerdas, tetapi juga berakhlak, memiliki integritas, dan siap mengabdikan diri
untuk umat dan bangsa," ujarnya.
Selama hari pelaksanaan, peserta mengikuti
berbagai sesi pembinaan yang difasilitasi oleh Pengurus Pusat Pemuda
Hidayatullah. Seluruh materi disusun secara sistematis untuk memperkuat wawasan
ideologis, kapasitas kepemimpinan, pengembangan diri, serta kemampuan
komunikasi kader dalam menghadapi tantangan zaman.
Materi pertama, "Isu Umat dari
Perspektif yang Jernih", mengajak peserta memahami dinamika sosial,
keumatan, dan kebangsaan secara objektif sehingga mampu merumuskan
langkah-langkah strategis yang tepat dalam menjalankan peran dakwah dan
organisasi.
Selanjutnya, melalui materi "Manhaj
Hidayatullah", peserta diperdalam pemahamannya mengenai nilai-nilai
perjuangan Hidayatullah sebagai fondasi dalam berpikir, bersikap, dan
bertindak. Penguatan manhaj dipandang sebagai bekal utama agar kader tetap
memiliki arah perjuangan yang jelas di tengah perubahan zaman.
Pada sesi "Kepemimpinan Profetik:
Dari Sirah ke Ruang Kerja", peserta diajak meneladani kepemimpinan Rasulullah
SAW sebagai model kepemimpinan yang berorientasi pada keteladanan, amanah,
keadilan, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi kader
untuk menjalankan peran kepemimpinan di organisasi, dunia profesi, maupun
kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan dilanjutkan melalui materi "Manajemen
Diri: Sistem Hidup Orang yang Ingin Berdampak", yang menekankan
pentingnya disiplin, produktivitas, pengelolaan waktu, serta pengembangan
kapasitas diri sebagai modal utama seorang pemimpin. Sementara itu, materi "Komunikasi
yang Menggerakkan: Gagasan, Narasi, dan Pengaruh" membekali peserta
dengan kemampuan membangun komunikasi yang efektif, menyampaikan gagasan secara
persuasif, serta memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah dan
pemberdayaan masyarakat.
Menurut Darwiwing, seluruh materi tersebut
saling melengkapi untuk membentuk karakter kader yang utuh. Penguasaan manhaj
memberikan arah perjuangan, penguasaan profesi membangun daya saing, sedangkan
kemampuan komunikasi dan kepemimpinan menjadi instrumen dalam menggerakkan
perubahan.
"Kami ingin kader Pemuda Hidayatullah
hadir di berbagai sektor kehidupan sebagai pribadi yang kompeten, dipercaya,
dan membawa manfaat. Mereka harus mampu menjadi guru, pengusaha, akademisi,
birokrat, profesional, maupun aktivis sosial yang tetap menjadikan nilai-nilai
Islam sebagai fondasi dalam berkarya. Itulah makna menguasai profesi untuk
menggerakkan peradaban," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan LTC tidak
diukur dari selesainya pelatihan, melainkan dari implementasi nilai-nilai yang
diperoleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
"LTC adalah titik awal. Setelah
kembali ke daerah masing-masing, para peserta memiliki tanggung jawab untuk
menjadi penggerak di lingkungannya, memperkuat organisasi, membangun kolaborasi,
menginisiasi program-program pemberdayaan, serta menghadirkan solusi bagi
berbagai persoalan masyarakat. Dari langkah-langkah kecil itulah akan lahir
perubahan besar menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Melalui penyelenggaraan Leadership Training
Center 2026, PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta meneguhkan komitmennya untuk
terus memperkuat sistem kaderisasi sebagai investasi jangka panjang organisasi.
Sejalan dengan tema "Gerakan Pemuda Jakarta: Menguatkan Manhaj,
Menguasai Profesi, dan Menggerakkan Peradaban", LTC diharapkan menjadi
kawah pembinaan yang melahirkan kader-kader pemimpin Muslim yang berkarakter,
profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mengambil peran
strategis dalam pembangunan Jakarta dan Indonesia.
Dengan fondasi manhaj yang kokoh,
kompetensi profesional yang unggul, dan semangat pengabdian yang tinggi,
kader-kader Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta diharapkan menjadi bagian dari
generasi emas yang tidak hanya sukses secara personal, tetapi juga mampu
menggerakkan perubahan, memperkuat peradaban, dan memberikan kontribusi nyata
bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.