Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah Sulteng, Wakil Bupati Tolitoli Tekankan Adab dan Akhlak Kunci Utama Menghadapi Indonesia Emas 2045
TOLITOLI - (pemudahidayatullah.or.id) Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Tolitoli. Sabtu, (29/08/2026)
Dalam arahannya di hadapan puluhan kader muda dan warga pondok pesantren, Esar sapaan akrabnya menekankan pentingnya pembentukan adab, etika, dan akhlak bagi generasi muda sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Esar menyampaikan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus modernisasi, pendidikan agama dan penanaman nilai akhlakul karimah merupakan benteng terakhir dalam menjaga karakter anak bangsa.
"Pendidikan agama ini pondasinya tetap harus nomor satu, karena di situ ada adab dan akhlak. Saya percaya dan lakukan dalam hidup saya, adab dan etika itu nomor satu. Ketika kita memiliki adab dan etika yang baik, 80 persen pintu rezeki dan jalan keberhasilan sudah terbuka, sementara 20 persen sisanya disempurnakan oleh skill atau keahlian," tegasnya.
Ia menambahkan, keluhuran adab jauh lebih berharga daripada sekadar gelar akademis atau teori formal tanpa dibarengi sikap dan etika kerja yang baik. Menurutnya, pemuda yang mengutamakan adab dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja akan senantiasa diterima dan dibutuhkan di mana saja.
Tantangan Era AI dan Bonus Demografi 2045
Lebih lanjut, Wabup Esar menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi industri yang dapat menggeser berbagai profesi konvensional. Kondisi ini menuntut generasi muda untuk tidak sekadar berpasrah pada keadaan atau bersikap malas, melainkan harus memiliki keahlian spesifik (deep skill) yang bernilai tinggi.
"Menuju Indonesia Emas 2045, kita akan menghadapi bonus demografi di mana usia produktif jauh lebih dominan. Momentum ini hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa. Jika pemuda kita tidak dibekali akhlak dan keahlian yang tangguh, kesempatan emas ini bisa lewat begitu saja. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan 'bahan' terbaik sejak sekarang," ujar putra daerah Tolitoli tersebut.
Wabup Esar juga mengajak jajaran pendidik dan orang tua untuk jeli melihat bakat alami anak serta terus mendorong pengembangannya secara fokus. Selain itu, ia mengimbau para pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah untuk berani mengubah pola pikir (mindset), keluar dari zona nyaman, serta tidak ragu mengambil peluang di mana pun berada.
Mengakhiri arahannya, Moh. Besar Bantilan mengapresiasi peran strategis Pondok Pesantren Hidayatullah serta Pemuda Hidayatullah dalam membantu pemerintah daerah membina moral dan karakter generasi muda di Sulawesi Tengah. Diharapkan melalui Rakerwil ini, Pemuda Hidayatullah dapat merumuskan program-program kerja strategis yang berdampak nyata bagi pembinaan pemuda dan kemajuan daerah.