News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

Dari Tolitoli, Pemuda Hidayatullah Sulteng Teguhkan Gerakan Pemuda Berdampak Nyata

Dari Tolitoli, Pemuda Hidayatullah Sulteng Teguhkan Gerakan Pemuda Berdampak Nyata

TOLITOLI — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah Tolitoli resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan. Sabtu, (29/08/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus perumusan program kerja yang konkret, mandiri, solutif, dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda serta masyarakat Sulawesi Tengah.

Adab dan Akhlak Fondasi Menghadapi Era AI

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan menekankan pentingnya adab, etika, dan akhlakul karimah sebagai fondasi utama pembinaan generasi muda, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya Artificial Intelligence (AI).

Menurut Besar dengan sapaan akrabnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter dan pendidikan agama. Sebab, kecanggihan teknologi tanpa adab berpotensi melahirkan generasi yang memiliki kemampuan, tetapi kehilangan arah dan nilai.

“Pendidikan agama ini pondasinya tetap nomor satu. Adab dan etika itu kunci utama. Skill penting, tetapi harus ditopang oleh adab dan akhlak,” tegas Esar sebelum meresmikan pembukaan 

Ia berharap organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Hidayatullah, terus mengambil peran dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan ketakwaan.

Gotong Royong Melahirkan Gerakan yang Berdampak

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah, Suaib Sudirman, S.Pd., menyambut positif arahan Wakil Bupati Tolitoli. Ia menegaskan bahwa Rakerwil menjadi ruang untuk menyatukan potensi dan energi kader agar mampu melahirkan gerakan yang nyata di tengah masyarakat.

“Gotong royong bukan sekadar bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan energi, gagasan, dan semangat untuk menghadirkan perubahan. Semangat inilah yang terus kami bangun: menjadi pemuda yang aktif bergerak, saling menguatkan, dan hadir memberi manfaat bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” ujar Suaib.

Suaib menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, menjadi bagian penting dalam memperluas dampak program kepemudaan.

“Kehadiran Wakil Bupati Tolitoli, Bapak Moh. Besar Bantilan, yang dekat dengan generasi muda, menjadi energi positif bahwa kolaborasi pemuda dan pemerintah sangat vital. Pemuda tidak cukup hanya menjadi generasi penerus, tetapi harus menjadi generasi penggerak,” tambahnya.

Jangan Berhenti pada Kesadaran, Harus Ada Kerja Nyata

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Pemuda Hidayatullah, Adam Sukiman, mengingatkan para kader agar Rakerwil tidak berhenti pada agenda rutin dan seremonial organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan program yang mampu menjawab persoalan nyata serta memiliki arah dan keberlanjutan.

Ia mendorong kader Pemuda Hidayatullah membangun mental problem solver, yakni kemampuan membaca persoalan, mencari solusi, mengambil keputusan, dan mengeksekusinya menjadi kerja nyata.

Adam menegaskan bahwa kader tidak cukup hanya mampu mengidentifikasi berbagai persoalan, tetapi harus memiliki keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan solusi.

“Bukan sekadar berkata ada problem di sana sini atau mengklaim lembaga harus memberi ini dan itu. Kita harus bertanya: apa yang bisa kita lakukan, solusi apa yang bisa kita tawarkan, dan kerja nyata apa yang bisa kita mulai?” lanjutnya.

Adam berharap Rakerwil Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah mampu melahirkan gerakan yang terukur, membumi, dan berkelanjutan. Program yang dirumuskan diharapkan tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan umat, pemberdayaan pemuda, dan pembangunan daerah.

“Harapannya, dari Tolitoli ini lahir keputusan-keputusan strategis yang tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi gerakan. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi dan menjadi kekuatan yang ikut membangun Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Rakerwil Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah selanjutnya menjadi ruang konsolidasi untuk menyusun langkah strategis organisasi, memperkuat sinergi antarpengurus, serta memastikan setiap program kerja memiliki orientasi pada kebermanfaatan, kemandirian, dan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama