News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

Rakerwil Pemuda Hidayatullah Sulteng: Sekjend PP Pemhida Tegaskan Kader Harus Jadi Problem Solver dan Fokus Pada Kerja Nyata

Rakerwil Pemuda Hidayatullah Sulteng: Sekjend PP Pemhida Tegaskan Kader Harus Jadi Problem Solver dan Fokus Pada Kerja Nyata


TOLITOLI
 - (pemudahidayatullah.or.id) Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah (PP Pemhida), Adam Sukiman, menyampaikan orasi kebangsaan dan arah kebijakan organisasi dalam Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tengah yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Tolitoli Sulawesi Tengah. Sabtu (29/08/2026)

Di hadapan para kader, pengurus wilayah dan daerah, Adam menegaskan bahwa di tengah pesatnya ekspansi dan besarnya peran Hidayatullah di tingkat nasional maupun internasional, kader Pemhida dituntut untuk tidak sekadar bersikap pasif, melainkan harus hadir sebagai pemuda mandiri dan penyedia solusi (problem solver).

Melampaui Sekadar Kesadaran Organisasi

Dalam penyampaiannya, Adam yang juga putra daerah Tolitoli tersebut menggarisbawahi pentingnya melompati batas "kesadaran" menuju tindakan nyata. Menurutnya, Pemuda Hidayatullah tidak boleh terjebak dalam romantisme kejayaan lembaga atau sekadar menuntut fasilitas.

"Kita semua sadar bahwa Hidayatullah telah tumbuh besar dan menyebar ke seluruh pelosok negeri, bahkan hingga ke mancanegara. Kita sadar lembaga ini membutuhkan sumber daya yang mumpuni, dan Pemhida adalah salah satu tumpuan harapan terbesar organisasi. Namun, kesadaran ini belumlah cukup," tegas Adam.

Ia menyoroti tantangan internal organisasi, di mana pemuda sering kali terjebak pada pengamatan masalah tanpa menyertakan aksi dan jawaban konkret.

Dalam orasinya, Adam juga menyampikan kepada kepada kader muda Sulteng bahwa Pemhida serta dua organisasi pendukung (orpen) lainnya mendapat perhatian khusus dari DPP Hidayatullah. Adam sendiri mengaku menerima pesan khusus dari Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad yang diterima melalui pesan singkat saat dalam perjalanan menuju arena Rakerwil.

"Kesadaran yang kita butuhkan hari ini adalah kesadaran yang melahirkan janji diri dan kerja nyata. Kita butuh kesiapan untuk bekerja secara efektif, bukan sekadar asal bergerak, serta mampu melahirkan program kerja berjangka panjang dan solutif. Bukan sekadar datang lalu berkata 'ada masalah di sini, ada problem di sana', atau sekadar mengklaim 'kami butuh ini dan lembaga harus memberi itu'," lanjutnya mengutip pesan Kiai Naspi Arsyad.

Pesan Strategis untuk Kader Sulawesi Tengah

Melalui momentum Rakerwil ini, Adam berpesan kepada seluruh pengurus wilayah dan daerah di Sulawesi Tengah agar mampu mengeksekusi program-program berdampak langsung bagi peningkatan kapasitas pemuda serta kemandirian lembaga dan kader.

Ia berharap Pemhida Sulteng dapat merumuskan peta jalan (roadmap) kerja yang terukur, sehingga keberadaan Pemuda Hidayatullah benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan karakter dan kemandirian generasi muda, khususnya di Sulawesi Tengah.

"Saya menaruh harapan besar pada pundak teman-teman pengurus dan kader di Sulawesi Tengah. Mari kita buktikan bahwa dari Rakerwil di Tolitoli ini lahir gagasan-gagasan segar yang langsung dieksekusi dengan kerja nyata. Jangan biarkan Rakerwil ini hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi jadikan sebagai titik balik lahirnya pemuda yang lebih mandiri, lebih berdampak, dan mampu menjawab kebutuhan umat serta lembaga di masa depan," pungkas Adam dengan penuh optimisme.

Tags