Pelantikan Pemuda Hidayatullah Malut Tegaskan Arah Gerakan
Ternate — Pelantikan Pengurus Pemuda Hidayatullah Maluku Utara tidak dimaknai sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini ditegaskan sebagai ruang evaluasi dan penentuan arah perjuangan dakwah pemuda di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.
Pelantikan yang digelar di PPTQ Hidayatullah Gambesi, Kota Ternate, Jumat (06/02/2026), menjadi penanda penting bahwa estafet kepemimpinan harus diikuti dengan kesadaran ideologis dan kesiapan kerja nyata, bukan sekadar pergantian struktur organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara menekankan bahwa kepengurusan baru Pemuda Hidayatullah harus menjadikan kaderisasi sebagai jantung gerakan. Menurutnya, tantangan dakwah hari ini tidak cukup dijawab dengan aktivitas rutin dan pendekatan konvensional, melainkan menuntut keteladanan, inovasi, serta konsistensi dalam pembinaan.
“Jika pelantikan hanya berhenti pada seremoni, maka kita sedang kehilangan ruh perjuangan. Pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar pelengkap struktur,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa derasnya arus digitalisasi, krisis keteladanan, dan melemahnya tradisi kaderisasi menuntut pemuda untuk lebih siap secara ideologis dan mental. Kepemimpinan, lanjutnya, adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kerja-kerja konkret yang memberi dampak bagi umat dan masyarakat.
Senada dengan arahan tersebut, Muh. Nashirul Hak, Ketua Pemuda Hidayatullah Maluku Utara terpilih, menyampaikan komitmennya untuk memfokuskan kepengurusan pada penguatan kualitas kader, peningkatan literasi keislaman, serta penguatan peran sosial dakwah agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar ke depan adalah menjaga idealisme gerakan di tengah tekanan pragmatisme dan budaya instan.
“Kami menyadari amanah ini berat. Karena itu, kami berkomitmen membangun gerakan yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” ujarnya.
Menurutnya, Pemuda Hidayatullah harus mampu bersikap adaptif tanpa kehilangan arah.
“Pemuda Hidayatullah harus adaptif—bukan larut dalam arus, tetapi mengarahkan arus. Kita harus hadir di ruang-ruang strategis: pendidikan, ekonomi umat, lingkungan, media digital, hingga isu-isu kemanusiaan,” tegasnya.
Prosesi pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah dan disaksikan oleh tokoh masyarakat, pengurus wilayah, serta kader dari berbagai daerah di Maluku Utara. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas gerakan.
Dalam sambutannya, Refra Elthanimbary, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, menegaskan pentingnya peran strategis pemuda dalam menjawab tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa organisasi kepemudaan berbasis dakwah harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri perjuangan.
“Pemuda Hidayatullah tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial. Kita harus keluar dari zona nyaman dan hadir di tengah problem umat, mulai dari persoalan moral, pendidikan, hingga kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan agar kepengurusan baru mampu merancang kerja-kerja dakwah yang terukur dan berkelanjutan, sehingga keberadaan organisasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, harapan publik pun menguat. Pelantikan bukan lagi sekadar agenda rutin organisasi, melainkan titik awal pembuktian: apakah amanah kepemudaan mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata, atau justru berhenti sebagai catatan seremonial belaka.*


.jpeg)