Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Berikan Dukungan Penuh Kepada Jusuf Kalla dan Sebut Tuduhan Penistaan Salah Kaprah
JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menggelar pertemuan silaturahmi bersama sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) di kediaman pribadinya pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, JK memberikan klarifikasi langsung terkait tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepadanya oleh Pengurus Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (PP GAMKI).
Menanggapi polemik tersebut, ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago yang turut hadir menyatakan dukungan moral dan pembelaan tegas terhadap Jusuf Kalla. Mereka menilai tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga mengabaikan rekam jejak JK sebagai tokoh perdamaian bangsa
Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago, menegaskan bahwa pihaknya berdiri bersama Jusuf Kalla dalam menghadapi tuduhan ini. Ia menyatakan bahwa narasi penistaan yang beredar merupakan bentuk kesalahpahaman yang sangat jauh dari fakta sebenarnya.
"Kami hadir hari ini untuk memberikan dukungan penuh kepada Bapak Jusuf Kalla. Setelah mendengar penjelasan beliau secara komprehensif, kami berpandangan bahwa tuduhan penistaan agama ini adalah tidak benar dan salah kaprah. Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang mencoba memelintir narasi sejarah perdamaian yang beliau bangun," tegas Hanifuddin di sela-sela pertemuan.
Hanifuddin juga menambahkan bahwa sosok JK adalah aset bangsa dalam hal rekonsiliasi. "Pernyataan beliau seharusnya diletakkan dalam konteks edukasi sejarah dan semangat menjaga harmoni, bukan justru dipolitisasi sebagai penistaan," lanjutnya.
Duduk Perkara dan Klarifikasi
Tuduhan ini bermula dari pernyataan JK mengenai konflik masa lalu di Maluku dan Poso. JK menjelaskan bahwa apa yang ia sampaikan adalah refleksi sejarah agar bangsa Indonesia dapat memetik pelajaran dari peristiwa masa lalu melalui perspektif perdamaian seperti Perjanjian Malino.
JK menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat sejarah agar bangsa Indonesia tidak terjatuh ke lubang yang sama di masa depan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antar organisasi kepemudaan untuk terus menjaga kondusivitas nasional. Pemuda Hidayatullah bersama OKP lainnya sepakat untuk terus mengawal isu ini agar tidak terjadi fragmentasi sosial akibat informasi yang tidak akurat. [M. Jundy]

