News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

Isi Materi di Rakernas, Founder Punk Muslim Tekankan Pentingnya Tranformasi Dakwah

Isi Materi di Rakernas, Founder Punk Muslim Tekankan Pentingnya Tranformasi Dakwah

Founder Punk Moslem dan Better Youth Foundation, Ustaz Aditya Abdurrahman, M.Kom, menyoroti pentingnya perubahan strategi dalam merangkul generasi muda Islam saat ini. Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Hidayatullah, beliau secara tegas menyampaikan pesan penting: "Sudah saatnya kita berdakwah berbasis data."

Pernyataan tersebut ditekankan saat beliau didapuk sebagai narasumber dalam sesi Upgrading Kader Muda yang dijadwalkan pada hari Jumat, 1 Mei 2026. Sesi yang mengusung tema "Berdakwah Berbasis Komunitas" ini menjadi wadah strategis bagi Ustadz Aditya untuk membedah tantangan dakwah kepemudaan modern. 

Menurut beliau, para dai tidak boleh sekadar menjadikan anak muda sebagai kambing hitam yang dianggap sulit menerima Islam, melainkan harus mengevaluasi kembali metode yang digunakan. Oleh karena itu, pendekatan dakwah perlu bertransformasi melalui "Strategi Dakwah Kepemudaan Berbasis Komunitas". Komunitas dinilai sangat relevan karena memiliki karakter yang lebih egaliter, inklusif, dan tidak kaku, sehingga anak muda lebih mudah menyalurkan idealismenya tanpa harus terbentur birokrasi organisasi yang rumit.

Dalam paparannya, Ustadz Aditya juga merincikan pedoman sistematis dalam membangun komunitas, mulai dari menentukan bidang peminatan (seperti seni visual, musik, game, hingga sosial-politik), mendefinisikan target segmen secara spesifik, hingga mengalisis komunitas sejenis di lapangan. Pemetaan audiens ini secara presisi membagi pemuda ke dalam beberapa kelompok, yaitu: kelompok yang sudah terbina, kelompok yang sedang hijrah, kelompok yang 'cuek' dengan Islam, hingga kelompok yang masih fobia terhadap Islam. Pendekatan terukur dari segmentasi inilah yang menjadi bukti nyata mengapa dakwah wajib digerakkan dengan landasan riset dan data yang kuat.

Untuk melakukan scale-up atau memperluas skala dakwah komunitas dengan cepat, beliau merumuskan enam hal esensial. Beberapa di antaranya adalah memiliki tim kreatif penghasil gagasan, optimalisasi media sosial, kolaborasi dengan public figure maupun komunitas besar lainnya, serta memperbanyak event yang berdampak dan menarik secara visual. 

Dengan mengutip perkataan ulama Turki, Musthafa Shabri Afandi, bahwa "kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir". Ustaz Aditya menutup materinya dengan sebuah refleksi mendalam bagi para kader. 

"Banyak pelaku kemungkaran menjalankan agendanya secara serius dan sungguh-sungguh. Maka pantaskah kita menjadikan dakwah sebagai aktivitas sampingan?" tegas alumni Magister Unair ini.

Sesi pemaparan yang memantik antusiasme para pemuda ini merupakan bagian penting dari rangkaian panjang Rakernas dan Training of Trainers (ToT) Instruktur LTC Pemuda Hidayatullah yang digelar mulai 1 sampai 5 Mei 2026./Faruq

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama