News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

Isi Seminar di Rakernas Pemuda Hidayatullah, Plt Walikota Batu Beri Tips Jadi Pemimpin Hebat

Isi Seminar di Rakernas Pemuda Hidayatullah, Plt Walikota Batu Beri Tips Jadi Pemimpin Hebat


MALANG– Seminar Nasional Kepemudaan yang menjadi salah satu agenda utama Rakernas Pemuda Hidayatullah menghadirkan momen yang penuh haru sekaligus inspiratif. Plt Walikota Batu, H. Heli Suyanto, S.H, M.H, yang hadir membawakan materi bertajuk "Peran Strategis Pemuda Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045", tak sekadar memaparkan konsep kebangsaan, melainkan membagikan kisah nyata perjuangan hidupnya dari titik nol.


Di hadapan ratusan kader, Bapak Heli membuka sesinya dengan menceritakan latar belakangnya sebagai seorang anak yatim yang lahir dari keluarga petani di kaki Gunung Arjuno. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas saat itu, ia mengaku sama sekali tidak pernah terbayang bahwa jalan hidupnya akan membawanya menjadi seorang wakil kepala daerah seperti sekarang. 

Kisah hidupnya ini menjadi bukti nyata dari materi yang ia sampaikan, bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan tanggung jawab, pemuda mana pun bisa mengambil peran strategis sebagai future leader atau pemimpin masa depan.

Komitmen Cetak 1.000 Sarjana

Berangkat dari pengalaman hidupnya yang keras, Bapak Heli menyadari betul bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk merubah nasib dan memajukan daerah. Oleh karena itu, ia menyampaikan komitmen kuatnya dalam memajukan sektor pendidikan melalui target program beasiswa untuk mencetak seribu sarjana. 

Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat Indonesia tengah menyongsong momentum besar bonus demografi pada tahun 2045, di mana 68-70% penduduk diproyeksikan berada pada usia produktif. Menurutnya, pemuda saat ini adalah pemegang kunci utama bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.


Pentingnya Membangun Empati Sosial

Selain fokus pada pendidikan dan pengembangan karakter kreatif serta inovatif, Bapak Heli juga memberikan penekanan tajam pada pentingnya pemuda memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia meminta para pemuda untuk peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan mengambil peran sebagai agent of social control (agen kontrol sosial).

Sikap ini tidak hanya ia sampaikan sebagai imbauan, melainkan telah ia praktikkan secara konsisten. Di sela-sela kesibukannya sebagai Plt Walikota, ia mengaku tidak pernah meninggalkan akar pergerakan sosialnya di masyarakat bawah.

"Saya sampai saat ini masih sebagai ketua karang taruna Batu, karena saya suka membantu orang-orang lemah yang butuh bantuan kita," ujarnya dengan penuh penekanan, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta seminar.


Tantangan Pemuda di Era Digital

Bapak Heli juga mengingatkan bahwa tantangan pemuda saat ini sangatlah berat, mulai dari krisis moral, tingginya angka pengangguran generasi muda, hingga maraknya penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, pemuda di era digital dituntut untuk melek teknologi, bijak dalam menggunakannya, menghindari hoaks dan ujaran kebencian, serta tidak meninggalkan nilai-nilai lokal dan agama.

Sebagai penutup yang menggugah semangat pergerakan, ia meninggalkan sebuah pesan pamungkas yang merefleksikan seluruh perjuangan dan gagasannya.

"Indonesia Emas 2045 tidak dibangun oleh generasi yang hanya pandai bermimpi, tetapi oleh pemuda yang berani bergerak, berakhlak, dan memberi arti," pungkasnya./Faruq

Tags