News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

dr Gamal Albinsaid Ajak Pemuda Hidayatullah Jadi "Irresistible Young Politician"

dr Gamal Albinsaid Ajak Pemuda Hidayatullah Jadi "Irresistible Young Politician"


MALANG– Suasana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Hidayatullah di Aula Ar Rahmah Putri 2, Malang, bergemuruh oleh letupan pemikiran visioner dari tokoh inovator sosial dunia sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Malang, Dr. Gamal Albinsaid. Hadir sebagai narasumber dalam Seminar Kebangsaan, Dr. Gamal membedah secara tajam bagaimana pemuda harus mengambil peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tampil memukau di atas panggung, Dr. Gamal membuka narasinya dengan kisah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih. Ia menyoroti bahwa kunci kemenangan militer yang dipimpin oleh pemuda berusia 23 tahun tersebut bukanlah sekadar taktik, melainkan fondasi spiritual yang luar biasa. Al-Fatih dan pasukannya adalah sosok-sosok yang tidak pernah meninggalkan ibadah fardu, rawatib, hingga tahajud. Kisah ini menjadi pesan pembuka agar Pemuda Hidayatullah selalu menjadikan kedekatan dengan Sang Pencipta sebagai senjata utama pergerakan.

Menembus Tantangan Politik Menjadi "Bocah Perjuangan"

Memasuki inti diskursus ketatanegaraan, Dr. Gamal memaparkan konstelasi politik nasional. Ia menjelaskan interaksi antara suprastruktur politik (eksekutif, legislatif, yudikatif) dengan infrastruktur politik (ormas, organisasi pemuda, media). Ia tidak menampik realitas bahwa saat ini politik sering dipandang sinis dan dianggap berbiaya sangat mahal.

Namun, alih-alih menjauh, pemuda justru dituntut masuk dan mewarnai sistem. Dr. Gamal memetakan anak muda di kancah politik saat ini ke dalam tiga tipe: Princeling (mengandalkan dinasti/keluarga), Chiefling (mengandalkan massa ormas dan pemodal), dan tipe yang paling ideal yaitu Irresistible Young Politician atau "Bocah Perjuangan".

"Bocah Perjuangan adalah mereka yang merawat mindset, menyiapkan kapasitas dan kompetensinya sedemikian rupa sehingga menjadi figur yang terlalu menarik untuk ditolak dalam sebuah proses politik," tegas pendiri Indonesia Medika tersebut. 

Kecerdasan Praktis dan Filosofi "Low Profile, High Impact"

Peraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur dari Kerajaan Inggris ini juga membagikan resep agar pemuda mampu melahirkan gebrakan visioner. Pemuda tidak hanya butuh kecerdasan analitis (kutu buku) atau kreatif, tetapi sangat membutuhkan kecerdasan praktis (practical intelligence).

"Kecerdasan praktis adalah kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan, menangkap peluang dengan cepat, serta tahu harus berbicara apa, kepada siapa, dan kapan waktunya untuk mencapai tujuan," jelas dokter muda yang pernah diundang berdiskusi khusus dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dr. Gamal mengingatkan bahaya jebakan generasi saat ini yang gemar tampil high profile, low impact (sibuk pamer di media sosial namun minim manfaat). Ia mendesak pemuda bertransformasi menjadi low profile, high impact. Dirinya membuktikan hal ini melalui gerakan "Malang Cerdas" yang memberikan ratusan beasiswa kuliah dan secara disiplin memecahkan rekor blusukan ke 339 sekolah di wilayah Malang. 

"Jangan sibuk membuat orang lain terkesan impress, tapi fokuslah memberikan dampak impact. Karena impress akan hilang, tapi impact akan terus bertahan," tekannya disambut antusiasme peserta.

Kunci di Balik Layar Kesuksesan

Di penghujung orasinya, suasana seketika berubah haru. Di balik puluhan penghargaan internasional yang ia raih, Dr. Gamal mengungkap bahwa pencapaiannya adalah buah dari 'soroh' (penderitaan dan pengorbanan) kedua orang tuanya. Ia berkisah tentang ayahnya yang rela menjual tanah demi membiayai kuliahnya di Fakultas Kedokteran Brawijaya, serta ibundanya yang rela kuliah tafsir di usia 46 tahun demi bisa mendoakan dan menyelamatkan anak-anaknya dari siksa neraka.

"Jadikanlah keinginan untuk membahagiakan orang tua sebagai motivasi yang membuat kita belajar, berjuang, dan beribadah berkali-kali lipat lebih keras. Kalian ibarat matahari pukul 12 siang, paling terang dan membara. Jangan biarkan masa muda berlalu tanpa karya yang mempesona!" pesan Dr. Gamal dengan suara bergetar./Faruq

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama