Naspi Arsyad: Pemuda Jangan Terjebak Zona Nyaman
Dalam paparannya, Naspi menyampaikan bahwa dunia tidak pernah kehilangan sosok-sosok inspiratif, terutama dari kalangan pemuda. Sejarah membuktikan, perubahan besar selalu dimulai oleh generasi muda yang memiliki keberanian, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader Pemuda Hidayatullah untuk meneladani semangat para pemuda terdahulu yang mampu mengukir sejarah dan memberikan kontribusi besar bagi peradaban. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Pemuda harus terus bergerak melakukan kebaikan. Jangan berhenti hanya pada wacana, tetapi hadir dengan karya dan pengabdian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Naspi juga mendorong kader Pemuda Hidayatullah agar berani mengambil peran di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, dakwah dan pengabdian harus hadir di seluruh ruang strategis, mulai dari lingkungan masyarakat hingga lembaga-lembaga negara, termasuk legislatif dan yudikatif.
"Pemuda harus masuk ke semua kalangan, dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Di mana pun berada, jadilah pembawa nilai-nilai kebaikan dan solusi bagi umat," katanya.
Ia mengingatkan bahwa setiap perjuangan dalam melakukan kebaikan pasti menghadapi tantangan. Tidak sedikit pihak yang mungkin merasa iri atau tidak menyukai langkah perubahan yang dilakukan. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.
"Kalau kita berbuat baik, pasti ada yang iri dan tidak suka. Tetapi teruslah berjalan, nanti kalian akan menemukan jalannya," pesannya.
Lebih lanjut, Naspi menekankan agar pemuda tidak terjebak dalam zona nyaman. Menurutnya, kenyamanan yang berlebihan dapat menghambat keberanian untuk berubah, berinovasi, dan mengambil peran lebih besar dalam kehidupan.
"Pemuda jangan terjebak zona nyaman. Jangan takut dengan perubahan, karena dari situlah lahir pengalaman, pembelajaran, dan kemajuan," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun legacy atau warisan sejarah melalui karya dan pengabdian. Menurutnya, pemuda harus memperbanyak gagasan, kemudian mewujudkannya dalam aksi nyata yang memberikan manfaat luas.
"Perbanyak gagasan, kemudian wujudkan dengan aksi nyata. Kayakan diri dengan pengalaman dan aksi, karena itulah investasi sejarah yang akan dikenang," pungkasnya.
Rakerwil PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan strategis yang mampu diwujudkan dalam langkah konkret di tengah masyarakat. Pesan KH. Naspi Arsyad menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh pemuda yang berani bermimpi, mengambil peran, dan meninggalkan jejak kebaikan melalui karya serta pengabdian.
Dengan semangat "Pemuda Penggerak Bangsa", Pemuda Hidayatullah diharapkan terus menjadi pelopor perubahan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.