Dipimpin Abdurrahman, Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau Tekankan Konsolidasi Jati Diri Kader
Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk periode kepengurusan 2023–2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Utama Hidayatullah Batam dan resmi dibuka pada Jumat, 31 Januari 2026.
Pembukaan Muswil dihadiri oleh Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau, Ustadz Dr. Khoirul Amri, M.Pd., Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau Ustadz Lukman Hakim, serta Senior Pemuda Hidayatullah Ustadz Darmansyah. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Adam Sukiman, turut membersamai jalannya kegiatan sebagai pendamping Muswil melalui sambungan daring (Google Meet).
Muswil yang digelar tiga tahunan ini merupakan Muswil ke-5 Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2011. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta konsolidasi wilayah dalam rangka menyatukan perspektif dan langkah perjuangan menuju terwujudnya Pemuda Berdaya dan Berpengaruh tahun 2045.
Peserta Muswil terdiri atas unsur Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, Gerakan Mahasiswa, Gerakan Pelajar, serta Gerakan Profesional Muda Hidayatullah se-Kepulauan Riau.
Kegiatan diawali dengan sambutan pengantar dari Sekretaris Jenderal PP Pemuda Hidayatullah, Adam Sukiman. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa arah kebijakan strategis Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah periode 2026–2029 difokuskan pada penguatan Pemuda Hidayatullah sebagai wadah inkubasi kader dan rekrutmen anggota. Hal tersebut dinilai penting agar Pemuda Hidayatullah tetap relevan dengan visinya dalam melahirkan Generasi Rabbani.
Selain itu, Adam Sukiman juga menekankan pentingnya menjadikan Pemuda Hidayatullah sebagai ruang pendidikan politik yang berlandaskan nilai dan etika. Menurutnya, para pemuda perlu memiliki pemahaman politik yang benar, kemandirian ekonomi, serta daya pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Dewan Murabbi Wilayah Kepulauan Riau, Ustadz Dr. Khoirul Amri, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta untuk tidak hanya membaca wacana Indonesia Emas 2045, tetapi juga mencermati apa yang ia sebut sebagai “Paradoks 2030”, yakni kondisi bonus demografi yang beriringan dengan meningkatnya angka pengangguran.
Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut harus dijawab dengan kesiapan ekonomi dan kapasitas diri para pemuda. Sebagai solusi, Ustadz Khoirul Amri menekankan pentingnya pemantapan pemahaman ideologi lembaga serta konsolidasi jati diri kader. Hal ini, menurutnya, harus ditopang dengan keistiqamahan dalam shalat berjamaah lima waktu, membangun kebiasaan shalat malam, serta mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Muzammil.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menggantikan banyak jenis pekerjaan, dimensi spiritual tidak akan pernah tergantikan. Spiritualitas merupakan tanggung jawab seorang hamba Allah dalam menjalankan peran kekhalifahannya di muka bumi.
Lebih lanjut, Ustadz Khoirul Amri menambahkan bahwa para pemuda perlu memantaskan diri sebagai pemimpin. Hal ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan sebagai pemimpin, serta seorang pemimpin sejati tidak alergi terhadap kritik.
Sambutan ketiga sekaligus pembukaan Muswil disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau, Ustadz Lukman Hakim. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa Pemuda Hidayatullah Kepulauan Riau harus memiliki karakter yang kuat, bersikap profesional, serta terbuka terhadap kritik dalam menjalankan program-program organisasi. Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas gerakan sebagai kunci keberhasilan perjuangan Pemuda Hidayatullah ke depan.*

