Muswil Pemuda Hidayatullah Bali Fokus Penguatan Dakwah
Jimbaran, Bali — Pemuda Hidayatullah Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Ahad, 20 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 8 Februari 2026 M, bertempat di Gedung ITB STIKOM Jimbaran, Bali. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam rangka konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan Pemuda Hidayatullah di tingkat wilayah.Muswil dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Bali, perwakilan Pengurus Daerah Pemuda Hidayatullah kabupaten/kota se-Bali, unsur Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Dewan Murabbi Wilayah, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bali. Turut hadir pula perwakilan organisasi kepemudaan Islam lainnya, seperti Pemuda Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Dewan Dakwah Bali.
Forum Muswil berlangsung tertib dan dinamis, dengan suasana yang sarat semangat ukhuwah, tanggung jawab kepemudaan, serta komitmen terhadap perjuangan dakwah dan kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Bali demisioner, M. Agung Setiawan, menegaskan bahwa Musyawarah Wilayah tidak semata-mata agenda struktural organisasi, melainkan ruang refleksi dan peneguhan arah perjuangan pemuda.
“Pemuda Hidayatullah tidak boleh kehilangan orientasi. Kita harus hadir sebagai penjaga nilai, penjaga arah, dan penggerak perubahan. Regenerasi hari ini bukan tentang siapa yang memimpin, tetapi tentang bagaimana amanah perjuangan ini terus hidup dan relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga militansi dakwah, memperkuat kapasitas diri, serta menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar sarana memperoleh posisi struktural.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Bali, Ustadz Didik Khoiruddin Zuhri, dalam nasihat kepemudaannya menekankan pentingnya Pemuda Hidayatullah untuk senantiasa berpijak pada nilai-nilai ideologis dan spiritual dalam setiap gerak langkah organisasi.
“Pemuda Hidayatullah Bali harus tumbuh sebagai kader yang berilmu, beradab, dan siap berkhidmat. Aktif itu penting, tetapi istiqamah jauh lebih utama. Jangan lelah membina diri, karena dakwah yang besar hanya lahir dari pribadi yang kokoh dan ikhlas,” pesannya.
Ustadz Didik juga mengingatkan agar Pemuda Hidayatullah tidak terjebak pada euforia struktural semata, melainkan terus membumikan dakwah melalui keteladanan, kerja nyata, serta sinergi dengan seluruh elemen umat di Bali.
Rangkaian Musyawarah Wilayah dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan rekomendasi strategis organisasi, serta proses pemilihan kepengurusan baru Pemuda Hidayatullah Bali. Seluruh tahapan berjalan dengan mengedepankan prinsip musyawarah mufakat dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Melalui Muswil ini, diharapkan Pemuda Hidayatullah Bali semakin menguatkan perannya sebagai motor dakwah dan kaderisasi, serta melahirkan kepemimpinan yang visioner, kolektif, dan siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan peradaban menuju Indonesia Emas 2045.*
