Republik Pembohong
Oleh : Mohammad Jundy
Saat senja, seorang anak bernama Joko menonton televisi bekas milik ayahnya,
"Kita akan perbaiki gizi anak sekolah, kita akan pintarkan mereka, kita hilangkan stunting," ucap seorang lelaki tua, berpakaian ala Soekarno berapi-api di layar kaca.
Joko seorang bocah SD, menontonnya dengan penuh semangat. Tapi ia tidak mengerti.
Kemudian ia keluar rumah, ia melihat anak putus sekolah, stunting masih tinggi, sedangkan program makan bergizi jadi lahan korupsi.
Joko kembali ke rumah. Ia kembali menyalakan televisi bekas milik ayahnya.
"Kita hidupkan koperasi. Kita buat berdaya warga desa. Kita sejahterakan mereka," ucap seorang lelaki tua berpakaian ala soekarno yang ia lihat kembali di layar kaca.
Ia bertanya kepada ayahnya, "Koperasi itu tidak pernah benar-benar ada, nak. Itu hanya mimpi siang bolong bapak tua itu. Rakyat desa bukan makin sejahtera, yang ada makin nestapa"
Joko penasaran, siapa sebenarnya bapak tua di layar kaca yang berpakaian ala Soekarno itu.
Sesekali ia memekikkan kata merdeka, rakyat sejahtera dan Hidup Jokowi.
"Apa dia seorang Presiden?" gumamnya. "Bukannya Presiden tidak boleh berbohong?"
Bogor, 25 Juni 2026.