News Breaking
PHTV
wb_sunny

Breaking News

Pemhida DKI Jakarta Ikut Gelaran Dialog Moderasi Beragama FKUB

Pemhida DKI Jakarta Ikut Gelaran Dialog Moderasi Beragama FKUB

Selasa, 19 September 2023--Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta menggelar Dialog Lintas Agama dengan mengangkat tema "Moderasi Beragama Menjaga Kerukunan Pemuda Lintas Agama".

Ketua FKUB DKI Jakarta, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang menganut semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang mencirikan bangsa dengan beragam budaya, bahasa, dan agama.

Meskipun terdapat beragam warna, suku, budaya, bahasa, dan agama, kita tetap dapat hidup secara berdampingan dalam kondisi aman dan tenang. Ini salah satu karunia terbesar yang dimiliki bangsa ini, ungkap Prof. Dede.

Apa yang kita peroleh hari ini sepatutnya menjadi tanggung jawab kita sebagai generasi bangsa untuk merawat dan mengembangkan. Kita perlu memahami masalah bangsa dalam kebersamaan, sehingga hal-hal yang memungkinkan terjadinya konflik dapat diantisipasi sedini mungkin, tambah Prof. Dede.

Kegiatan ini dihadiri oleh 22 unsur Organisasi Kepemudaan dan Senat Mahasiswa lintas Agama, dan dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakrie, M.Si.

Taufan Bakrie mengajak seluruh anak-anak muda untuk turut serta dalam menjaga kerukunan di Jakarta, salah satunya dengan menjaga hubungan antar umat beragama. Dengan cara inilah kita dapat membangun Jakarta yang lebih baik.

Jakarta, dengan jumlah penduduk 10.679.951, berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta tahun 2022, terbagi dalam 6 pemeluk agama kepercayaan, yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, ditambah lagi dengan aliran kepercayaan.

Indeks kesadaran beragama sangat tinggi di Jakarta, tetapi indeks kerukunan antar agama sangat rendah, sehingga sangat berpotensi terjadinya konflik antar umat beragama, ungkap Taufan.

Inilah pentingnya dialog lintas agama sehingga ada keterbukaan pemahaman antara satu agama dengan agama yang lain, agar tumbuh moderasi antar agama. Menyakini kebenaran agama sendiri dan menghargai serta menghormati penganut agama lain yang menyakini agama mereka, tambah Taufan.

Ketua Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Adam Sukiman, mengatakan bahwa dalam masyarakat multi-etnik dan multi-agama, kebutuhan akan dialog menjadi salah satu pilar untuk merawat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga kegiatan semacam ini perlu ditingkatkan.

Melalui dialog, seluruh perbedaan cara pandang dalam melihat sebuah isu dapat disampaikan dan kemudian didiskusikan untuk menghasilkan sebuah keputusan terbaik yang disepakati bersama, kata Adam.

Mempromosikan hidup berdampingan lintas pemeluk agama, menghormati kebebasan beragama bagi setiap individu, membangun etika sosial dan global dalam menangani potensi konflik lintas agama, menyebarkan budaya moderat dalam upaya menyelesaikan fenomena ekstremisme dan tindak kekerasan atas nama agama, serta meningkatkan harkat martabat manusia, lanjut Adam.*)Puji/DKI

Tags