Ketum PP Syabab Hidayatullah: "Mahasiswa Harus Menyiapkan Diri Menghadapi Tantangan Global"

Pemuda khususnya kalangan mahasiswa harus terus berupaya menyiapkan diri menjadi pemain dalam percaturan global dimana ke depannya diprediksi akan semakin sengit seiring kian massifnya globalisasi industri dan terlebih lagi telah berlakunya pasar bebas kawasan Asia atau MEA (Masyarakat Ekonomi Asia).

Hal itu diutarakan Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad saat memberikan arahan kepada puluhan mahasiswa STT STIKMA Internasional yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan atau biasa disingkat KKN, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (16/05/2016).

"Kita sering menyaksikan kejadian yang tidak diprediksi sebelumnya yang secara profesional harus mampu dihadapi dengan rancangan strategi yang inovatif. Dengan ide serta inovasi yang brilian, tidak sedikit anak-anak muda mampu menghadirkan kemudahan-kemudahan terutama di bidang teknologi dan industri digital," kata Naspi di hadapan mahasiswa kampus teknologi tersebut.

Karena itu, Naspi menegaskan, hanya orang-orang inovatif dan terus berkarya saja yang akan mampu bertahan dalam dunia kompetisi yang sangat ketat saat ini.

Namun dia mengingatkan inovasi dan karya-karya yang ditelurkan hendaknya tidak saja memberikan kemudahan-kemudahan, tetapi juga memiliki cakupan dimensi dunia akhirat. Jika inovasinya hanya karena kepentingan dunia saja, maka hal itu belumlah memadai.

Mengingat pentingnya peran pemuda mahasiswa dalam kesinambungan estafeta kepemimpinan bangsa yang berintegritas, maka setiap pemuda Islam harus terus melakukan pengembangan diri.

"Sebagai seorang mukmin, kita harus tetap percaya diri dalam menyikapi dan menghadapi segala perubahan yang paling radikal sekalipun. Sebab, seorang mukmin yakin bahwa Allah senantiasa memberikan jalan keluar dan berada di pihak hamba yang senantiasa merujuk pada-Nya," ujarnya.

Ketum PP Syabab Hidayatullah menambahkan, ada 3 pegangan mutlak dalam menjalani kehidupan ini yang penting dipegang para pemuda tak terkecuali umumnya kaum muslimin.

Pertama, paradigma hidup yang benar. Allah Ta'ala tegaskan "Tidaklah engkau (Muhammad) dengan nikmat Tuhan-Mu menjadi gila" (QS. Al Qalam: 2). Kata Naspi, orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya tidak akan pernah terpuaskan.

"Mendambakan dunia bagai minum air laut yang mmbuat rasa haus semakin terasa. Tapi kalau akhirat yang jadi bingkai geraknya, maka Allah akan cukupkan kebutuhan-kebutuhan dunianya. Karena itu, tancapkan dalam diri untuk memiliki paradigma hidup yang benar," jelasnya.

Kedua, konsistensi ibadah. Ibadah akan menjadi self control setiap pribadi mukmin agar selalu berada dalam rel yang benar. Dengan ibadah, seorang muslim selalu dalam naungan perlindungan-Nya dan hanya memprioritaskan-Nya. Sebab, doa-doa yang dilafazkan di setiap rukuk dan sujud sejatinya bermuara pada pengakuan akan kebesaran Tuhan dan komitmen diri bahwa tak ada yang kita besarkan kecuali diri-Nya.

Ketiga, merawat moral. Naspi menjelaskan, moral atau budi pekerti hal yang sangat dipentingkan oleh Islam yang karenanya Nabi Muhammad diutus sebagai tauladan mulia dalam merawat moral (akhlak).

"Nabi Muhammad adalah manusia yang memiliki keagungan moral luhur yang harus menjadi teladan para pemuda hari ini. Gerakan moral yang diusung Rasulullah dalam dakwahnya berhasil mengantarkan Islam sampai ke seantero dunia," pungkasnya.*

KETERANGAN FOTO: Sebagian mahasiswa berfoto bersama Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Naspi Arsyad (berjas) usai acara . (Humas PP Syabab Hidayatullah)
IMHI Berdedikasi

Membidik militansi dan progresifitas kader kampus bersama Ikatan Mahasiswa Hidayatullah (IMHI)

Infaq Jariyah

Beramal jariyah dengan berdonasi guna mendukung program Syabab Hidayatullah

Syabab Marchandise

Tersedia beragam perlengkapan, souvenir dan marchandise Syabab Hidayatullah

Kesekretariatan

Ragam file terkait organisasi dan panduan kesekretariatan Syabab Hidayatullah

Copyright © 2018 Depdatin PP Pemuda Hidayatullah